Daftar bacaan Februari

 

Daftar buku yang akan saya baca pada bulan Februari ini.

1.       “The Architecture of Love” karya Ika Natasha

Buku ini direkomendasikan teman kantor untuk saya pinjam dan baca. Saya sempat membaca acak. Terlihat kekuatan si pengarang dalam menghidupkan karakter tokoh serta detail pendeskripsian latar yang cukup menonjol.

2.       “Siddhartha” karya Herman Hesse

Buku kedua yang saya baca setelah “Demian” yang versi bahasa Indonesia. Saya mendapatkan “Demian” versi bahasa Inggrisnya dari teman. Itu pun setelah saya diminta untuk menonton cuplikan beberapa BTS mv dan menjelaskan kaitannya dengan novel “Demian” kepadanya. Sebenarnya, dia akan mengerti jika sudah membaca “Demian” hingga tamat.

3.       “Pengantar Psikologi Umum” karya Sarlito W. Sarwono

Bacaan paling dasar untuk memahami psikologi. Saya membelinya karena nama pengarangnya. Beliau merupakan psikolog sosial sekaligus psikolog klinis. Buku ini dikemas dengan bahasa yang ringan agar ilmu tentang psikologi mudah dipahami. Jadi, saya akan membacanya.

Keinginan untuk membaca buku-buku tersebut harus bersaing dengan kegemaran membaca komik di webtoon. Makin susah membuat prioritas.

Advertisements

Beli Buku di Mana?

Membeli buku itu sudah menjadi candu. Unsur pengarang atau penulis atau editor merupakan alasan pertama untuk membeli buku. Kemudian tema, jenis, niat, nafsu, bujet, dan harga. 

Paling banyak buku bertema psikologi, bahasa, sastra, budaya, sejarah, agama, sosial, filsafat, dan seni. Fiksi dan nonfiksi. Dikumpulkan lalu dibaca kemudian. Jika ada waktu luang, buku yang telah dipilih secara acak itu akan dibaca.

Kalau tidak ada bujet, bisa pergi ke perpustakaan umum milik pemerintah atau swasta. Selain sekadar cari referensi, bisa baca buku secara gratis, tapi biasanya baca di tempat. Di universitas pasti ada perpustakaan besar. Selain itu, di kedutaan besar asing juga ada perpustakaan yang terbuka untuk umum, bisa datang langsung tapi ada juga yang harus membuat janji terlebih dahulu. 

Kalau bukunya tidak ada di Indonesia, terkadang titip beli ke teman yang tinggal di luar negeri. Ada beberapa tempat yang sering dikunjungi untuk membeli buku bukan dalam bentuk pdf alias bentuk fisik.

  1. Pameran buku 
  2. Palasari, pusat buku-buku di Bandung, yang banyak bajakannya. Jadi, harus cermat dan teliti sebelum membeli.
  3. Toko buku berupa kios di dekat atau sekitar kampus mana saja.
  4. Gramedia
  5. Toga Mas, sering kasih banyak diskon.
  6. Blok M, kalau mau cari buku-buku bekas.
  7. Times, tempatnya buku-buku impor, bisa pesan buku terbitan luar. 
  8. Periplus
  9. Kinokuniya
  10. Supermarket, misal lottemart, pernah ada stan buku impor yang rata-rata bukunya dijual mulai harga Rp 30.000.
  11. Toko buku di penerbitnya, misal Mizan, Gagas, Tempo, Republika, Kompas, atau Gramedia. Banyak penerbit yang sudah ada situsnya. 
  12. Gunung agung masih ada gak sih? Dulu sering beli komik di sana.

Kalau membeli lewat daring (online), seringnya di bukabuku.com. Sudah tiga kali memesan di sana. Banyak buku yang didiskon. Pengemasan rapi dan pengiriman tepat waktu. Yang membuat takpuas jika stok buku yang diinginkan tidak ada padahal sudah lama menanti.

Ternyata tiga kali memesan buku di laman tersebut selalu setiap Kamis. Selain hari itu, sering gagal bertransaksi. Selanjutnya, kalau sudah tiba hari Kamis, langsung ‘siaga 1’ dengan tidak membuka atau melihat laman yang menjual buku-buku. Seperti halnya sebelum ke pameran buku, harus makan yang lahap agar lihat buku tidak kalap. 

Mau coba membeli buku di bukukita.com kalau ada buku bagus.