Donggap

Di Korea Selatan, umur itu penting. Umur menentukan bentuk hubungan sosial dalam masyarakat. Sistem senioritas dalam hierarki Korea masih cukup melekat dan memiliki kaitan erat dengan penggunaan bahasa.

Sama halnya Korea, di Indonesia, bahasa daerah, misal bahasa Sunda atau basa Sunda menerapkan penggolongan bahasa yang berbeda-beda untuk tingkatan masyarakat berdasarkan usia. Kalau mau ‘aman’ berbicara, terutama dengan orang yang lebih tua, disarankan untuk berbahasa Indonesia saja. Saya juga masih belajar basa Sunda karena untuk berkomunikasi dengan sanak saudara. Logat sudah Sunda, tapi kemampuan bahasanya masih semenjana.

Penggunaan bahasa formal atau nonformal di Korea dimulai dengan mengetahui umur (tahun lahir) lawan bicara. Hal tersebut untuk menentukan siapa yang lebih tua atau senior dalam pergaulan suatu kelompok. Jika dia paling senior siap-siap dipanggil eonni (panggilan kepada perempuan yang lebih tua oleh perempuan yang lebih muda), nuna (panggilan kepada perempuan lebih tua oleh laki-laki lebih muda), oppa (panggilan kepada laki-laki yang lebih tua dari perempuan yang lebih muda. Kata oppa bisa digunakan untuk memanggil kakak laki-laki atau orang terdekat seperti pacar), hyeong (panggilan kepada laki-laki yang lebih tua dari laki-laki yang lebih muda).

Senior sering kali mentraktir alias membayari makan para juniornya. Beberapa tahun lalu, saya dan teman-teman pernah ditraktir di restoran mahal oleh guru dari Korea yang seusia ibu saya. Dia bilang itu hal biasa di Korea. Karena sering bayar ala ‘Go Dutch’ dan merasa tidak enak hati, kami pun memberi hadiah kepada guru tersebut sebagai tanda ucapan terima kasih.

Donggap (동갑) bermakna ‘lahir di tahun yang sama’. Mempunyai usia yang sama berarti menjadi setara dalam bentuk hubungan sosial, seperti yang disebutkan Lim Jeong-yeo, penulis dalam majalah bulanan Korea (2016). Orang-orang yang termasuk donggap akan lebih mudah untuk bersosialisasi karena ada merasa ‘senasib’ dalam hidup, mudah berempati, cepat beradaptasi, lebih terbuka satu sama lain, dan tak ada dinding pemisah saat berkomunikasi.

Dia juga mengatakan, di antara donggap tidak harus menggunakan bahasa yang resmi dan sopan, seperti bahasa yang dituturkan kepada orang yang lebih tua atau bahasa yang kasual kepada orang yang lebih muda. Maka itu, mereka sangat nyaman bergaul karena seumur.

Lim Jeong-yeo mengungkapkan cara standar untuk bertanya jika ada dua orang yang lahir pada tahun yang sama atau donggap. “Are you two friends?”

Advertisements

Belajar Sendiri Belajar Mandiri

 

notebook-hero-workspace-minimal
pexels.com

 

Beberapa bulan lalu, saya mencari aktivitas yang ‘berbeda’ dengan pekerjaan saya sehari-hari. Sebenarnya, saya memiliki banyak waktu luang. Yang terpikir adalah ikut kursus gratis secara daring.

Saya pun mulai berburu kursus di internet yang setidaknya bisa menambah pengetahuan atau wawasan baru. Saya mencari kursus yang sesuai dengan hobi atau kesukaan. Salah satu hobi saya adalah menonton film Korea dan Jepang. Saya lalu mengikuti kursus dasar bahasa Korea di laman coursera.org. Kursus ini diselenggarakan oleh Yonsei University, universitas favorit di negeri asal Lee Minho.

Kursus Korean 1 ini ditujukan bagi siapa pun yang sudah mengenal abjad Korea, hangeul. Kursusnya memang untuk level dasar. Karena sudah bisa baca hangeul, saya ingin menambah kemampuan berkomunikasi sehari-hari dengan orang Korea. Siapa tahu saya bisa liburan lagi ke Korea dan langsung praktik ‘cas cis cus’ sedikit kalau mengobrol atau menawar barang di pasar.

Konten kursusnya menarik karena ada video tentang uraian pelajaran dari dosen, daftar kosakata, kuis, tata bahasa, contoh percakapan, dan setiap pekan ada ujiannya! Waktu pengerjaannya ‘suka-suka’ alias diatur sendiri asalkan selesai sebelum tenggat.

Kursus ini merupakan jenis kursus mandiri atau otodidak. Konsistensi dan kedisiplinan diri diuji. Saya harus bersyukur karena hidup pada zaman yang akses untuk belajar secara otodidak itu mudah dan tanpa biaya. Banyak sumbernya di internet. Namun, harus dipilih dan dipilah juga tempat berbagi ilmu yang akan dipelajari.

Berikut ini laman yang bisa diakses untuk menambah pengetahuan dari berbagai universitas terkenal juga langsung dari ahlinya.

  1. coursera.org
  2. future learn
  3. edx.org
  4. indonesiax
  5. stanford online

Rata-rata laman ini menawarkan kursus secara gratis kecuali kalau ingin memiliki sertifikatnya, ya harus bayar (rata-rata pakai kurs dolar AS). Selain itu, laman lainnya ada di http://www.openculture.com/freeonlinecourses.

Selamat belajar sendiri belajar mandiri.