Going Solo

Judul ini saya ambil dari nama buku karangan Roald Dahl, pengarang buku anak-anak yang melegenda. Saya tidak akan menulis tentang Mr. Dahl, tapi judul karangannya yang berisi memoar itu menginspirasi saya untuk menulis sesuatu.

Saya berniat membuat tulisan perjalanan yang dituangkan ke dalam sebuah buku (Prosesnya baru dikerjakan sekitar 30 persen). Buku tulis biasa seperti catatan harian. Isinya, cerita selama berkunjung ke sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah plus tambahan sisa bukti selama jalan-jalan, kecuali foto. Inginnya ada tambahan foto dari kamera polaroid agar makin keren. Namun, ya seadanya saja. Ada sih foto dari kamera ponsel, tapi harus dicetak dulu.

Saya tak akan menuliskan perjalanan saya selama di Solo di blog ini karena bakal panjang. Buku tersebut jika sudah jadi akan saya perlihatkan sekaligus pamerkan kepada sahabat saya.

Solo bisa berarti sendiri atau sendirian. Terkadang ada enaknya jika bepergian atau beravontur sendirian karena lebih bebas. Tetapi, banyak tidak enaknya, termasuk banyak ditanya.

“Beneran mau ke luar kota? Mau ke mana? Ke tempat siapa? Sama siapa? Sendirian? Serius?” tanya beberapa rekan kerja.

“Iya, solo, ke tempat Jokowi, sendiri!”kata saya mantap.

Saya bawa banyak ‘gembolan’, termasuk alat pembuat waffle, untuk liburan yang singkat kali ini. Hahaha…

Advertisements